5 Manfaat Akhir dari Kalkulasi BMI

  • 2 min read
  • Dec 15, 2020
Kalkulasi BMI

Untuk Anda yang sudah pernah berusaha untuk diet atau sedang melakukannya, pasti tidak asing lagi dengan istilah BMI. BMI merupakan kepanjangan dari Body Mass Index atau indeks massa tubuh. Yang dimaksud dengan Kalkulator BMI adalah angka yang mewakili rasio berat dalam kilogram dengan tinggi dalam meter. BMI bukan kuantitas sehingga tidak ada satuan yang tepat untuk mewakilinya.

BMI memiliki manfaat utama. Manfaat utamanya tentu saja Anda bisa mengetahui berapa berat badan ideal tubuh. Tetapi, BMI tidak bisa dijadikan satu-satunya patokan. Masih ada beberapa patokan lainnya yang juga harus diperhatikan. Meski demikian, Anda tetap bisa mengira-ngira berapa berat badan ideal Anda dibandingkan dengan tinggi badan.

Memiliki berat badan ideal sendiri punya beberapa manfaat, seperti:

  1. Mengurangi Resiko Diabetes

Menurut American Diabetes Association orang yang kelebihan berat badan lebih baik menurunkan sedikit berat badan mereka. Hal ini dikarenakan memiliki berat badan ideal dapat menunda atau bahkan mencegah terjadinya diabetes.

  1. Mengurangi resiko kanker payudara

Menurut Cancer Prevention Foundation, kelebihan berat badan meningkatkan risiko kanker payudara sampai lebih dari 50 persen. Memiliki terlalu banyak lemak perut juga sangat berbahaya karena meningkatkan risiko kanker payudara hingga sekitar 50%. Dengan menjaga berat badan ideal, Anda bisa mengurangi risiko terkena kanker payudara.

  1. Melancarkan Pernapasan

Manfaat mengetahui berat badan ideal adalah mampu melancarkan pernapasan. Postur tubuh yang baik bisa membuat Anda lebih mudah bernapas. Berdiri atau duduk dengan postur yang benar memungkinkan paru-paru menyerap 30% lebih banyak oksigen. Selain itu, diafragma dan tulang rusuk memiliki tekanan yang lebih sedikit, sehingga dapat mengatur aliran oksigen dan karbondioksida ke seluruh tubuh dengan lebih efektif.

  1. Terhindar Dari Sleep Apnea

Sleep apnea adalah kesulitan mengatur pernapasan akibat kontraksi leher dan tenggorokan saat tidur. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh lemak berlebih di bagian leher. Orang yang kelebihan berat badan atau obesitas biasanya mengalami massa lemak di lehernya. Saat tidur, seluruh bagian tubuh akan lebih rileks.

Dalam posisi rileks, otot leher akan semakin rileks, mempersempit tenggorokan untuk memungkinkan udara masuk dan keluar. Pada orang gemuk, tenggorokannya sangat sempit sehingga sulit bernapas saat tidur dan biasanya ditandai dengan dengkuran. Pada saat yang sama, saat duduk dan membungkuk, aliran udara menjadi tersumbat. Ini karena diafragma menanggung lebih banyak tekanan, dan tulang rusuk menjadi lebih sempit, memberikan ruang untuk sirkulasi udara.

  1. Baik Untuk Jantung

Lemak berlebih akan menempati seluruh bagian tubuh, termasuk pembuluh darah. Penumpukan lemak di pembuluh darah akan menyebabkan pembuluh darah menyempit. Pembuluh darah adalah saluran darah yang mengalir dari jantung ke seluruh tubuh, begitu pula sebaliknya. Jika pembuluh darah menyempit, otomatis jantung akan kesulitan untuk menyelesaikan pekerjaannya, dan akan mengganggu kesehatan jantung itu sendiri.

Untuk itulah, Anda harus melakukan penurunan berat badan hingga ideal bila merasa mengalami gejala-gejala diatas. Tentunya, hal ini akan baik untuk diri Anda sendiri. Anda bisa melakukan olahraga dan aktivitas dengan lebih lancar.

5 manfaat diatas bisa Anda dapatkan dengan langkah awal yakni menghitung BMI. Bila diperlukan, Anda bisa meminta bantuan dari ahli untuk melakukan perhitungan BMI ini.

Sekarang, jika ini terjadi, jumlah oksigen yang harus Anda konsumsi berkurang. Jika tidak ditangani tepat waktu, sel dan jaringan akan kehilangan oksigen, yang pada akhirnya akan merusak fungsi tubuh.