Cara Berdagang Islami

  • 2 min read
  • Sep 11, 2021
Cara Berdagang Islami

Perdagangan atau tata niaga merupakan salah satu aspek yang tidak bisa lepas dari kegiatan masyarakat sosial di seluruh dunia. Manusia membutuhkan barang dan jasa untuk bisa bertahan di masyarakat sosialis. Pandemi Covid-19 ini menuntut masyarakat bekerja keras dan mencari cara untuk tetap bisa berdagang tanpa menggunakan kecurangan di dalamnya.

Cara berdagang islami sangat dibutuhkan dan harus diterapkan oleh umat muslim yang bertata niaga. Cara berdagang menurut islam menjadi salah satu panutan dan contoh banyak pelaku dagang di dunia karena menerapkan hal-hal baik yang menguntungkan semua pihak. Cara berdagang islami ini meniru pola perdagangan yang dilakukan oleh Rasulullah SAW.

Lalu bagaimana cara berdagang islami seperti yang diajarkan oleh Rasulullah SAW? Berikut ini ulasannya khusus untuk anda yang kami rangkum dari islamiques dibawah ini:

  1. Niat Berdagang Karena Allah SWT

Rasulullah selalu mengajarkan kepada umatnya, apabila melakukan suatu hal itu harus diniatkan karena Allah ta’ala begitu juga dengan berdagang. Berdagang dengan niat lillahita’ala artinya ridho dan menyerahkan semuanya kepada Allah SWT. Niat yang tulus dan ikhlas tentunya akan membawa berkah yang baik bagi hasil yang di dapatannya.

  1. Jujur

Jujur merupakan salah satu hal yang harus dipegang teguh oleh pelaku perdagangan. Tanpa kejujuran, maka setiap kegiatan perdagangan tidak akan berdampak baik baginya maupun bagi pelanggannya. Seseorang yang berdagang tanpa kejujuran, maka ia tidak akan dapat dipercaya oleh siapapun sehingga akan merugikannya dalam berdagang.

  1. Kualitas Barang yang Dijual Bagus

Islam mengajarkan bahwa ketika melakukan perdagangan, maka barang dan jasa yang diperjual belikan haruslah memiliki kualitas yang baik. Kualitas barang dan jasa yang baik tentunya menjadikannya nilai lebih di mata pembeli. Pembeli merasa barang dan jasa yang dijual memiliki kualitas yang bagus akan menjadikannya langganan.

  1. Keuntungan yang Diambil Harus Wajar

Harga yang dijual sebaiknya adalah harga yang masih masuk di akal, yang masih wajar dan tidak terlalu mahal. Keuntungan yang didapatkan nantinya juga harus sewajarnya, hal tersebut akan membuat pelanggan akan memilih barang dan jasa yang anda dagangkan. Islam mengajarkan sedetail mungkin agar dapat dijadikan contoh bagi umat muslim di seluruh dunia.

  1. Menguntungkan Kedua Belah Pihak

Barang dan jasa yang diperdagangkan haruslah barang dan jasa yang halal dan diperoleh secara sah secara hukum maupun agama sesuai dengan syariatNya. Semua kegiatan perdagangan harus selalu menguntungkan dari kedua belah pihak agar selalu berada dalam kebaikan. Keuntungan yang didapatkan tentunya akan membawa kedua belah pihak selalu dalam keberkahanNya.

  1. Tidak menimbun barang dagangan

Menimbun barang adalah salah satu kezaliman yang harus dihindari oleh pelaku perdagangan. Menimbun barang dapat mengganggu mekanisme perdagangan di pasar. Menimbun barang juga termasuk salah satu kegiatan untuk memanipulasi permintaan sehingga akan menaikkan harga barang tersebut ketika di toko yang lain kehabisan barang.

Menimbun barang juga akan menyalahi peraturan pemerintah dan akan mendapatkan hukuman sesuai dengan pasal yang berlaku. Barang yang ditimbun nantinya akan menurunkan kualitas barang sehingga barang yang dijual juga akan kadaluwarsa. Hal tersebut tentunya akan menimbulkan keresahan bagi masyarakat.

Demikian merupakan beberapa ulasan mengenai cara berdagang islami sesuai dengan yang diajarkan oleh Rasulullah SAW. Masih banyak teladan-teladan Rasulullash SAW mengenai cara berdagang menurut islami yang dapat kita tirukan. Semoga dengan ulasan tersebut dapat membawa manfaat dan berkah bagi pembaca dan masyarakat luas.