Kartu RFID Adalah Berbagai kemudahan Dalam Sekali Tap

  • 2 min read
  • Jul 27, 2021
Kartu RFID

Saat ini penggunaan kartu RFID sudah digunakan secara luas, tanpa disadari kita menggunakan kartu ini di kehidupan sehari-hari. Misalnya saja kartu e-toll, e-money, tiket kereta, dan masih banyak lagi.

Kartu RFID adalah kartu yang di dalamnya tersemat tag atau label RFID yang dapat dipindai. RFID sendiri merupakan singkatan dari Radio Frequency Identification, sebuah teknologi yang memiliki kemampuan untuk memindai dan mengidentifikasi suatu informasi dengan menggunakan gelombang radio atau gelombang elektromagnetik.

Tetapi kartu ATM tidak termasuk dalam kategori yang satu ini karena membutuhkan PIN atau password sebelum digunakan sedangkan kartu RFID tidak membutuhkannya, Anda cukup men-tap kartu saja sehingga mobilitas pun jadi sangat mudah dan ringkas.

Karenanya dalam menyimpan kartu dengan teknologi RFID Anda harus lebih berhati-hati jangan sampai hilang atau tercecer di mana-mana sebab sangat rentan terjadi penyalah gunaan. Sekarang e-KTP pun menggunakan teknologi kartu RFID ini.

Selain ukurannya yang kecil, mudah dibawa dan digunakan di mana pun dan kapan pun, harga kartu RFID juga tergolong murah. Anda dapat menemukan dan membeli kartu RFID dengan mudah di internet bahkan jika membutuhkannya untuk produksi massal. Selain murah, kartu RFID juga dilansir telah meringkas dan meningkatkan efektifitas pekerjaan masa kini.

Kartu RFID adalah teknologi canggih masa kini yang memiliki 2 jenis

  1. Kartu mifare

Kartu RFID ini bekerja pada frekuensi 13,56 Mhz dan banyak digunakan oleh berbagai instansi maupun perusahaan. Misalnya saja digunakan sebagai kartu mahasiswa, kartu pelajar, ID card karyawan, kartu parkir, hingga kunci pintu untuk hotel atau apartemen. Isi dalam kartu bisa diubah, dihapus, dan diperbaharui.

  1. Kartu proximity

Kartu ini disebut juga sebagai contactless card yang dapat digunakan sebagai security access system atau pun sistem pembayaran. Jarak baca kartu ini umumnya berkisar antara 0-3 inci sehingga meskipun ditaruh dalam tas atau dompet, mesin scanner masih bisa memindainya. Frekuensi yang digunakan untuk kartu dan scanner-nya adalah 125 kHz atau 13,56 MHz. Perbedaan dengan kartu mifare adalah isinya tidak dapat diubah.

Cara kerja kartu RFID

RFID menggunakan sistem identifikasi yang memanfaatkan gelombang radio sehingga minimal membutuhkan dua perangkat yaitu tag dan reader. Saat memindai data reader akan menangkap sinyal dari RFID tag. Misalnya saja dalam kehidupan sehari-hari kita ambil kartu commuter line sebagai contoh, tag tersemat di dalam kartu tersebut dan gerbang pemindai tiket sebelum masuk ke stasiun adalah perangkat reader-nya.

Cara kerja RFID juga secara umum mirip dengan Near-Field Communication (NFC). NFC adalah teknologi yang biasanya digunakan untuk melakukan transfer data secara wireless dalam jarak pendek, contohnya seperti melakukan pembayaran dengan aplikasi dompet digital atau mengirimkan data antar device. Sistem NFC yang lebih rumit dan kompleks adalah pengembangan dari teknologi RFID dan di zaman sekarang sering dijumpai pada perangkat elektronik yang kita miliki seperti smartphone.

Kelebihan menggunakan kartu RFID

  1. Ukuran kecil dan beratnya pun sangat ringan sehingga mudah digunakan dan dibawa ke mana pun dan kapanpun. Selain itu kartu juga tidak membutuhkan daya baterai dan bisa digunakan sampai kapan pun selama tidak mengalami kerusakan yang fatal (misalnya kartu terbelah).
  2. Lebih ramah lingkungan karena memperingkas proses yang awalnya membutuhkan proses menulis dan memakai banyak kertas.
  3. Pemindaian informasi sangat mudah dan cepat.
  4. Data yang dapat ditampung di dalam kartu lebih banyak daripada menggunakan alat bantu pindai lainnya (kurang lebih sebanyak 2000 byte).

Pada intinya kartu RFID adalah salah satu bukti akan kemajuan teknologi yang mempermudah berbagai aktivitas kita di kehidupan sehari-hari. Semoga artikel ini dapat memberikan wawasan baru bagi Anda yang membacanya!