Nanang Suherman: Kami Tetap Buka Lowongan Walau Pandemi

  • 2 min read
  • Jul 12, 2021
Nanang Suherman

Dunia usaha adalah sebuah ketidakpastian dan penuh dengan lika-liku. Tidak hanya perhitungan untuk-rugi namun juga dibutuhkan keberanian untuk mengambil resiko. Fakta lapangan, banyak ditemui pengusaha pemula yang dengan mudahnya menggelontorkan banyak modal di awal, namun keteteran di tengah jalan.

Lain halnya dengan Nanang Suherman owner Ayam Goreng Nelongso, yang kini viral video mengenai perjalanan pasang surut bisnisnya di Channel Youtube Pecah Telur.

Pemilik akun IG @nanang_anakbaik ini sempat sukses, hingga bisnis biji plastik yang dijalankan merugi dan gulung tikar, lalu tanpa putus asa dan penuh semangat, Nanang memulai terjun ke bisnis kuliner. Dirinya mengatakan bahwa bisnis kuliner dijalani karena sudah tidak ada modal dan pilihan lainnya. “ Saat bisnis bangkrut hanya menyisakan uang Rp 500.000.

Lalu bisa sampai ke bisnis kuliner ini ya karena sudah tidak ada pilihan bisnis lagi,” jelas nanang.  “Rumah makan ini simpel tidak ribet. Nelongso hadir ya hadir aja, karena saya tidak bisa masak makanya saya cuma jual lalapan ayam sama sambal. Yang kedua konsep rumah makan ini saya bikin murah karena saya menyasar mahasiswa-mahasiswa yang suka makan murah namun tidak murahan,” Jelas Nanang mengenang kisah perjalanan bisnisnya.

Nanang Anak Baik

Restoran Ayam Goreng Nelongso cabang ke 71

Tanggal 24 Juni 2021 yang lalu Restoran Ayam Goreng Nelongso membuka cabang ke 71 di daerah Purwosari, Pasuruan. Dalam 3 bulan terakhir di masa pandemi ini Nelongso Grup telah membuka 2 cabang baru di Jawa Timur. Saat dihubungi melalui sambungan telepon Nanang mengatakan “hari ini kita diuji dengan pandemi, tapi kita tetap support pemerintah dengan membuka lapangan pekerjaan baru”.

Dampak PPKM

Terpisah saat tim redaksi menghubungi wakil manajemen Ayam Goreng Nelongso, Ibu Evin “ Masa PPKM ini kita sudah siapkan promo online yang bisa di dapatkan melalui channel layan antar Gojek dan Grab” ujar wanita berhijab merah muda ini.

Saat ini semua industri terdampak kebijakan PPKM, tidak hanya industri kuliner. Namun bisa dikatakan semua industri yang masih menggunakan cara konvensional.

Ayam Goreng Nelongso telah melakukan strategi digital marketing sebelum adanya pandemi. Namun diakui bahwa omset dine in industri kuliner mengalami penurunan yang signifikan, sehingga layanan difokuskan secara take away atau delivery dengan menggunakan metode marketing secara online.